Logo Radhika

// panduan

Cara memilih software house yang tepat untuk proyek aplikasi

Panduan memilih software house atau vendor pembuat aplikasi, mulai dari menilai pengalaman dan proses kerja, kepemilikan kode sumber, dukungan setelah rilis, sampai tanda bahaya yang perlu dihindari

Tim Radhika3 menit baca
Tim berdiskusi mengelilingi meja dengan beberapa laptop
Foto ilustrasi: Direct Media / StockSnap (CC0)
Daftar isi
  1. 011. Pahami kebutuhan Anda lebih dulu
  2. 022. Nilai pengalaman yang relevan
  3. 033. Pelajari proses kerjanya
  4. 044. Perhatikan komunikasi dan tim
  5. 055. Pastikan kepemilikan kode sumber dan dokumentasi
  6. 066. Tanyakan soal keamanan dan kepatuhan
  7. 077. Pastikan ada dukungan setelah rilis
  8. 088. Minta penawaran yang rinci
  9. 09Tanda bahaya yang perlu diwaspadai
  10. 10Pertanyaan yang bisa diajukan saat presentasi vendor

Memilih software house adalah keputusan yang dampaknya terasa bertahun-tahun. Mitra yang tepat menghasilkan aplikasi yang dipakai dan terus berkembang. Mitra yang keliru bisa meninggalkan aplikasi setengah jadi, kode yang tidak bisa dilanjutkan, dan anggaran yang terbuang

Berikut hal-hal yang perlu dinilai sebelum memilih

1. Pahami kebutuhan Anda lebih dulu

Sebelum menghubungi vendor, tuliskan masalah yang ingin diselesaikan, siapa penggunanya, dan hasil yang diharapkan. Dengan begitu, Anda bisa menilai apakah vendor benar-benar memahami kebutuhan, bukan sekadar menawarkan produk yang mereka punya

2. Nilai pengalaman yang relevan

Tanyakan proyek serupa yang pernah dikerjakan: jenis organisasinya, tantangannya, dan bagaimana proyek berjalan setelah diluncurkan. Perlu diingat, banyak software house tidak boleh menampilkan sistem kliennya karena perjanjian kerahasiaan. Yang penting adalah kemampuan mereka menjelaskan pengalaman itu dengan jelas

3. Pelajari proses kerjanya

Vendor yang baik bisa menjelaskan tahapannya: analisis kebutuhan, desain, pengembangan bertahap, pengujian, peluncuran, dan pendampingan. Tahapan yang wajar dibahas di artikel tahapan pembuatan aplikasi. Waspadai vendor yang langsung memberi harga tanpa menggali kebutuhan

4. Perhatikan komunikasi dan tim

  • Siapa penanggung jawab proyek yang bisa dihubungi?
  • Seberapa sering laporan kemajuan diberikan?
  • Bagaimana cara mengajukan perubahan kebutuhan di tengah proyek?
  • Apakah tim memiliki kemampuan desain, pengembangan, dan pengujian, atau ada bagian yang dialihkan ke pihak lain?

Cara vendor berkomunikasi saat penjajakan biasanya mencerminkan cara mereka berkomunikasi selama proyek

5. Pastikan kepemilikan kode sumber dan dokumentasi

Ini salah satu poin terpenting dalam kontrak. Pastikan kode sumber, dokumentasi teknis, akses server, dan database diserahkan kepada organisasi. Tanpa itu, organisasi akan sangat bergantung pada satu vendor dan sulit melanjutkan pengembangan dengan pihak lain, seperti dibahas di artikel tanda sistem lama perlu dimodernisasi

6. Tanyakan soal keamanan dan kepatuhan

Tanyakan bagaimana vendor menjaga keamanan aplikasi dan data, termasuk kesiapan memenuhi kewajiban UU Pelindungan Data Pribadi. Untuk instansi pemerintah, pastikan vendor memahami ketentuan SPBE

7. Pastikan ada dukungan setelah rilis

Aplikasi membutuhkan perawatan setelah diluncurkan. Tanyakan bentuk dukungan yang tersedia, masa garansi perbaikan, dan apakah ada layanan pemeliharaan dengan kesepakatan tingkat layanan yang jelas. Bedanya dengan perbaikan panggilan dijelaskan di artikel apa itu managed services

8. Minta penawaran yang rinci

Penawaran yang baik merinci ruang lingkup, tahapan, hasil di setiap tahap, jadwal, dan biaya, termasuk apa yang tidak termasuk. Penawaran yang rinci memudahkan perbandingan dan mencegah perselisihan di kemudian hari. Faktor yang memengaruhi biaya dibahas di artikel berapa biaya membuat aplikasi

Tanda bahaya yang perlu diwaspadai

  • Harga jauh di bawah penawaran lain tanpa penjelasan yang masuk akal
  • Janji waktu pengerjaan yang tidak realistis
  • Tidak mau menuliskan ruang lingkup secara rinci
  • Menolak menyerahkan kode sumber atau hanya mau menyewakan aplikasinya
  • Tidak ada kontrak tertulis yang jelas
  • Komunikasi lambat bahkan sebelum proyek dimulai

Pertanyaan yang bisa diajukan saat presentasi vendor

  1. Bagaimana Anda memahami masalah kami?
  2. Bagaimana tahapan kerja dan hasil yang kami terima di setiap tahap?
  3. Siapa saja yang terlibat dalam tim, dan siapa penanggung jawabnya?
  4. Bagaimana pengujian dan keamanan aplikasi dijamin?
  5. Apa saja yang diserahkan kepada kami di akhir proyek?
  6. Bagaimana dukungan setelah aplikasi diluncurkan?

Kami menyambut pertanyaan-pertanyaan ini. Bila Anda sedang mencari mitra untuk membangun aplikasi, diskusikan kebutuhan Anda dengan tim pengembangan software custom kami. Untuk perawatan setelah rilis, tersedia layanan pemeliharaan dan managed services