Logo Radhika

// panduan

Apa itu managed services dan bedanya dengan maintenance biasa

Penjelasan managed services IT, perbedaannya dengan maintenance panggilan, cakupan layanannya, arti SLA, dan cara memilih penyedia yang tepat

Tim Radhika3 menit baca
Teknisi memegang laptop di lorong ruang server berdinding kaca
Foto ilustrasi: Christina Morillo / StockSnap (CC0)
Daftar isi
  1. 01Pengertian managed services
  2. 02Bedanya dengan maintenance panggilan
  3. 03Apa saja cakupannya?
  4. 04Memahami SLA
  5. 05Kapan organisasi membutuhkan managed services?
  6. 06Cara memilih penyedia yang tepat
  7. 07Kesimpulan

Setelah aplikasi diluncurkan atau ruang server selesai dibangun, pekerjaan sebenarnya baru dimulai. Sistem perlu dipantau, diperbarui, dicadangkan, dan diperbaiki bila ada masalah. Di banyak organisasi, pekerjaan ini baru dilakukan ketika ada yang rusak

Managed services menawarkan cara yang berbeda: sistem dirawat secara terus-menerus oleh tim yang bertanggung jawab, sebelum masalah muncul

Pengertian managed services

Managed services adalah model kerja sama ketika organisasi menyerahkan pengelolaan sebagian atau seluruh sistem IT-nya kepada penyedia layanan. Penyedia bertanggung jawab menjaga sistem tetap berjalan sesuai kesepakatan, termasuk pemantauan, pembaruan, backup, dan dukungan teknis

Yang dikelola bisa berupa aplikasi, server, jaringan, sampai ruang server beserta perangkat pendukungnya

Bedanya dengan maintenance panggilan

Model yang lebih umum dikenal adalah maintenance panggilan, yaitu teknisi datang ketika ada laporan kerusakan. Perbedaannya bisa dilihat dari tabel berikut:

Aspek Maintenance panggilan Managed services
Pendekatan Reaktif, menunggu ada masalah Proaktif, mencegah masalah
Waktu kerja Setelah ada laporan Terus-menerus, termasuk pemantauan
Biaya Per kejadian, sulit diperkirakan Umumnya tetap per periode
Tanggung jawab Sebatas memperbaiki yang rusak Menjaga sistem berjalan sesuai kesepakatan
Dokumentasi Sering minim Laporan berkala

Maintenance panggilan masih cocok untuk perangkat yang tidak kritikal. Namun untuk sistem yang menopang operasional, menunggu sampai rusak berarti layanan sudah terganggu sebelum perbaikan dimulai

Apa saja cakupannya?

Cakupan managed services berbeda-beda di setiap kontrak. Umumnya meliputi:

  • Pemantauan sistem dan infrastruktur untuk mendeteksi gejala gangguan lebih awal
  • Pembaruan dan patch keamanan secara terjadwal
  • Backup terjadwal beserta uji pemulihannya
  • Pemeliharaan preventif perangkat, termasuk perawatan dan pembersihan ruang server
  • Pemeliharaan software, seperti perbaikan bug dan penyempurnaan fitur
  • Dukungan teknis bagi pengguna yang mengalami kendala

Cakupan seperti ini kami jalankan dalam layanan pemeliharaan dan managed services

Memahami SLA

SLA atau Service Level Agreement adalah kesepakatan tertulis tentang tingkat layanan. SLA yang baik menjawab pertanyaan berikut dengan jelas:

  • Berapa lama waktu respons sejak gangguan dilaporkan?
  • Berapa target waktu penyelesaian untuk setiap tingkat prioritas?
  • Pada jam berapa saja layanan tersedia?
  • Bagaimana gangguan dikelompokkan, misalnya kritis, tinggi, sedang, dan rendah?
  • Laporan apa yang diterima organisasi dan seberapa sering?

Perhatikan perbedaan antara waktu respons dan waktu penyelesaian. Respons cepat belum tentu berarti masalah cepat selesai. Keduanya sebaiknya tercantum terpisah di dalam kontrak

Kapan organisasi membutuhkan managed services?

  • Tidak memiliki tim IT internal yang memadai untuk merawat sistem
  • Sistem bersifat kritikal, sehingga gangguan berdampak langsung pada layanan
  • Memiliki ruang server atau data center yang perlu dirawat rutin
  • Ingin biaya perawatan yang lebih mudah diperkirakan
  • Tim internal ingin fokus pada pekerjaan utama, bukan memadamkan masalah teknis

Cara memilih penyedia yang tepat

  1. Pastikan cakupan pekerjaan tertulis jelas, termasuk apa yang tidak termasuk
  2. Minta SLA yang terukur, bukan sekadar janji “siap membantu”
  3. Tanyakan bentuk laporan berkala dan contohnya
  4. Pastikan penyedia memahami sistem Anda, termasuk aplikasi dan perangkatnya
  5. Atur hak akses dan kerahasiaan data sejak awal
  6. Sepakati jalur eskalasi bila masalah tidak kunjung selesai
  7. Pastikan ada proses serah terima dan dokumentasi bila kontrak berakhir

Kesimpulan

Managed services mengubah perawatan IT dari kegiatan memadamkan masalah menjadi kegiatan mencegah masalah. Bagi organisasi dengan sistem yang kritikal atau ruang server yang harus selalu siap, model ini memberi kepastian bahwa ada tim yang terus menjaga sistem tetap andal. Kunci keberhasilannya terletak pada cakupan dan SLA yang jelas sejak awal