Logo Radhika

// tips

Cara mengamankan akun WhatsApp agar tidak dibajak dan disadap

Langkah mengamankan akun WhatsApp dari pembajakan dan penyadapan, mulai dari verifikasi dua langkah, memeriksa perangkat tertaut, hingga mengenali modus penipuan yang sering terjadi

Tim Radhika3 menit baca
Tangan memegang ponsel pintar
Foto ilustrasi: Adrianna Calvo / StockSnap (CC0)
Daftar isi
  1. 01Bagaimana akun WhatsApp biasanya dibajak?
  2. 021. Aktifkan verifikasi dua langkah
  3. 032. Jangan pernah membagikan kode verifikasi
  4. 043. Periksa perangkat tertaut secara rutin
  5. 054. Kunci ponsel dan aplikasinya
  6. 065. Atur privasi akun
  7. 076. Hindari aplikasi dari luar toko resmi
  8. 08Jika akun sudah telanjur dibajak
  9. 09Untuk penggunaan di kantor

WhatsApp sudah menjadi alat kerja sehari-hari: koordinasi tim, mengirim dokumen, sampai berhubungan dengan pelanggan. Karena itu, akun WhatsApp yang dibajak bukan hanya urusan pribadi. Pelaku bisa meminta uang kepada kontak Anda, menyebarkan tautan berbahaya, atau membaca percakapan pekerjaan

Sebagian besar pembajakan bisa dicegah dengan beberapa pengaturan sederhana

Bagaimana akun WhatsApp biasanya dibajak?

  • Kode verifikasi diminta pelaku: pelaku mendaftarkan nomor Anda di ponselnya, lalu berpura-pura salah kirim kode dan meminta Anda meneruskannya
  • Perangkat tertaut tanpa disadari: seseorang sempat memindai kode QR WhatsApp Web dari ponsel Anda, sehingga bisa membaca pesan dari komputernya
  • Aplikasi berbahaya: file APK yang menyamar sebagai undangan, resi paket, atau tagihan bisa mencuri SMS dan kode OTP
  • Ponsel tanpa kunci layar: ponsel yang dipinjam atau tertinggal sebentar sudah cukup untuk mengambil alih akun

1. Aktifkan verifikasi dua langkah

Ini pengaturan terpenting. Buka Setelan, pilih Akun, lalu Verifikasi dua langkah, dan buat PIN enam digit. Tambahkan juga alamat email agar PIN bisa diatur ulang bila lupa

Dengan PIN ini, pelaku yang berhasil mendapatkan kode SMS tetap tidak bisa masuk ke akun Anda tanpa PIN. Jangan gunakan tanggal lahir atau angka berurutan sebagai PIN

2. Jangan pernah membagikan kode verifikasi

Kode enam digit dari WhatsApp hanya untuk Anda. Tidak ada alasan sah bagi siapa pun, termasuk yang mengaku petugas, kurir, atau teman yang salah kirim, untuk meminta kode tersebut. Jika ada yang meminta, hampir pasti itu upaya pembajakan

3. Periksa perangkat tertaut secara rutin

Buka menu Perangkat tertaut untuk melihat komputer atau browser yang terhubung ke akun Anda. Keluarkan perangkat yang tidak Anda kenali. Biasakan memeriksa menu ini, terutama setelah memakai WhatsApp Web di komputer umum atau komputer kantor bersama

Inilah cara paling umum percakapan “disadap”: bukan dengan membobol enkripsi, melainkan lewat perangkat tertaut yang tidak disadari pemiliknya

4. Kunci ponsel dan aplikasinya

Pasang kunci layar dengan PIN, pola, atau sidik jari. Jika tersedia, aktifkan juga kunci aplikasi di pengaturan privasi WhatsApp, dan gunakan passkey agar login memakai sidik jari atau kunci layar ponsel

5. Atur privasi akun

Di menu privasi, atur siapa yang bisa melihat foto profil, info, dan status terakhir dilihat. Batasi juga siapa yang bisa memasukkan Anda ke grup, karena grup asing sering dipakai untuk menyebarkan tautan penipuan

6. Hindari aplikasi dari luar toko resmi

Jangan memasang file APK yang dikirim lewat chat, siapa pun pengirimnya. Pasang aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi, dan selalu perbarui WhatsApp ke versi terbaru. Ciri pesan penipuan lainnya kami bahas di artikel cara mengenali email phishing, karena modusnya sangat mirip

Jika akun sudah telanjur dibajak

  1. Masuk kembali ke WhatsApp dengan nomor Anda dan masukkan kode verifikasi yang dikirim lewat SMS. Pelaku yang memakai akun Anda akan otomatis keluar
  2. Jika pelaku sudah memasang PIN verifikasi dua langkah, ikuti petunjuk pemulihan di aplikasi. Prosesnya bisa memerlukan waktu tunggu
  3. Beri tahu kontak, keluarga, dan rekan kerja agar mengabaikan pesan yang meminta uang atau kode
  4. Keluarkan semua perangkat tertaut, lalu aktifkan verifikasi dua langkah
  5. Laporkan lewat menu bantuan di aplikasi bila akun tidak bisa dipulihkan

Untuk penggunaan di kantor

Banyak organisasi memakai WhatsApp untuk koordinasi, tetapi dokumen rahasia sebaiknya tidak dikirim lewat akun pribadi. Tetapkan aturan sederhana: dokumen penting dibagikan lewat sistem resmi organisasi, dan semua pegawai wajib mengaktifkan verifikasi dua langkah. Panduan membuat password yang kuat bisa dibaca di artikel tips password dan verifikasi dua langkah

Kebijakan keamanan perangkat, pembaruan rutin, dan dukungan bagi pegawai yang mengalami insiden bisa dikelola lewat layanan pemeliharaan dan managed services