
Daftar isi
Ransomware adalah salah satu ancaman siber paling merugikan bagi organisasi. Dalam beberapa tahun terakhir, serangan ransomware di Indonesia pernah melumpuhkan layanan perbankan dan pusat data pemerintah, membuat layanan publik terhenti berhari-hari
Memahami cara kerjanya adalah langkah pertama untuk melindungi diri
Apa itu ransomware?
Ransomware adalah jenis malware yang mengunci file atau sistem dengan enkripsi, lalu meminta tebusan agar akses dikembalikan. Kata ini berasal dari gabungan “ransom” (tebusan) dan “software”
Banyak pelaku kini memakai cara pemerasan ganda: sebelum mengunci data, mereka lebih dulu mencuri salinannya. Korban diancam dua kali, yaitu data tidak bisa dipakai dan data akan disebarkan bila tebusan tidak dibayar
Bagaimana ransomware masuk?
- Email phishing berisi lampiran atau tautan berbahaya. Ciri-cirinya dibahas di artikel cara mengenali email phishing
- Akses jarak jauh yang terbuka ke internet dengan password lemah
- Celah keamanan pada sistem dan aplikasi yang tidak diperbarui
- Software bajakan yang sudah disisipi malware
- Akun yang bocor, terutama tanpa verifikasi dua langkah
Setelah masuk, pelaku sering tidak langsung menyerang. Mereka menjelajahi jaringan, mencari server penting dan lokasi backup, baru kemudian mengunci semuanya sekaligus
Dampaknya bagi organisasi
- Layanan berhenti karena sistem dan data tidak bisa diakses
- Data hilang bila tidak ada backup yang bisa dipulihkan
- Data pribadi bocor, yang menimbulkan kewajiban hukum menurut UU Pelindungan Data Pribadi
- Biaya pemulihan besar dan reputasi organisasi menurun
Cara melindungi organisasi
- Backup yang terpisah dan teruji: simpan setidaknya satu salinan dalam kondisi offline atau tidak bisa diubah, lalu uji pemulihannya secara berkala. Caranya dijelaskan di artikel aturan backup 3-2-1
- Perbarui sistem secara rutin, terutama sistem yang bisa diakses dari internet
- Wajibkan verifikasi dua langkah untuk email, akses jarak jauh, dan akun admin
- Batasi hak akses: pegawai hanya mendapat akses yang dibutuhkan pekerjaannya, dan akun admin dipisahkan dari akun harian
- Pisahkan jaringan agar serangan di satu bagian tidak langsung menjalar ke seluruh sistem
- Pantau aktivitas mencurigakan seperti login di luar kebiasaan atau perubahan file dalam jumlah besar
- Latih pegawai mengenali pesan berbahaya
- Siapkan rencana penanganan insiden: siapa yang dihubungi, sistem mana yang dipulihkan lebih dulu, dan bagaimana berkomunikasi dengan pengguna layanan
Jika terlanjur terkena ransomware
- Isolasi perangkat yang terinfeksi dari jaringan secepat mungkin
- Libatkan tim IT atau pihak yang kompeten dan catat semua yang terlihat
- Jangan buru-buru membayar tebusan. Membayar tidak menjamin data kembali dan bisa mendorong serangan berikutnya
- Pulihkan dari backup yang bersih setelah sumber serangan ditutup
- Laporkan insiden kepada pihak berwenang dan penuhi kewajiban pemberitahuan bila data pribadi terdampak
Bila serangan baru terasa di satu laptop, langkah awalnya dibahas di artikel ciri-ciri laptop terkena virus
Ketahanan dimulai dari infrastruktur
Perlindungan terbaik dari ransomware adalah kombinasi pencegahan dan kemampuan pulih dengan cepat. Rancangan backup dan disaster recovery, jaringan yang tersegmentasi, serta infrastruktur yang tertata termasuk dalam layanan data center dan infrastruktur IT. Pembaruan rutin, pemantauan, dan backup terjadwal bisa dikelola lewat layanan pemeliharaan dan managed services kami



