Logo Radhika

// wawasan

Apa itu AI (kecerdasan buatan) dan contoh penerapannya di organisasi

Penjelasan AI atau kecerdasan buatan dengan bahasa sederhana, istilah seperti machine learning dan AI generatif, contoh penerapannya di organisasi, serta keterbatasannya

Tim Radhika2 menit baca
Ilustrasi otak bercahaya sebagai simbol kecerdasan buatan
Foto ilustrasi: Bango Renders / StockSnap (CC0)
Daftar isi
  1. 01Apa itu AI?
  2. 02Istilah yang sering muncul
  3. 03Contoh AI dalam keseharian
  4. 04Contoh penerapan AI di organisasi
  5. 05Keterbatasan AI yang perlu dipahami
  6. 06AI di cloud atau di server sendiri?
  7. 07Mulai dari mana?

AI atau kecerdasan buatan kini hadir di banyak tempat: di HP, di aplikasi kerja, sampai di layanan pemerintah. Namun di balik popularitasnya, masih banyak yang bertanya apa sebenarnya AI dan bagaimana organisasi bisa memanfaatkannya dengan tepat

Apa itu AI?

AI adalah singkatan dari Artificial Intelligence, dalam bahasa Indonesia disebut kecerdasan buatan. AI adalah teknologi yang membuat komputer mampu mengerjakan tugas yang biasanya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti memahami bahasa, mengenali gambar, menemukan pola, dan membantu mengambil keputusan

AI tidak berpikir seperti manusia. AI belajar dari data dalam jumlah besar untuk mengenali pola, lalu memakai pola itu untuk menjawab, memprediksi, atau membuat sesuatu yang baru

Istilah yang sering muncul

  • Machine learning: cara komputer belajar dari contoh data, bukan diprogram satu per satu aturannya
  • AI generatif: AI yang bisa membuat konten baru, seperti teks, gambar, atau ringkasan
  • Model bahasa besar (LLM): model AI yang dilatih dengan teks dalam jumlah sangat besar sehingga mampu memahami dan menyusun bahasa manusia
  • Chatbot: antarmuka percakapan yang memungkinkan pengguna bertanya kepada AI dengan bahasa sehari-hari

Contoh AI dalam keseharian

  • Penerjemah otomatis dan saran ketik di HP
  • Filter yang memisahkan email spam
  • Rekomendasi produk atau video
  • Asisten AI yang membantu menulis dan meringkas

Contoh penerapan AI di organisasi

  • Asisten dokumen: pegawai bertanya dengan bahasa sehari-hari, lalu AI menjawab berdasarkan SOP, regulasi, dan arsip internal lengkap dengan rujukannya
  • Pembacaan dokumen otomatis: AI membaca formulir, surat, atau faktur hasil pindaian, lalu mengambil datanya ke dalam sistem
  • Ringkasan dan notulen: laporan panjang dan rekaman rapat diringkas menjadi poin penting, seperti dibahas di artikel cara membuat notulen rapat dengan AI
  • Pemilahan surat dan pengaduan: surat masuk atau pengaduan masyarakat dikelompokkan dan diarahkan ke unit yang tepat
  • Bertanya ke data: pimpinan cukup mengetik pertanyaan untuk melihat angka di dashboard

Keterbatasan AI yang perlu dipahami

  • Bisa keliru dengan meyakinkan: AI kadang menyusun jawaban yang terdengar benar padahal salah. Karena itu, jawaban penting perlu diperiksa manusia
  • Bergantung pada data: data yang berantakan atau usang menghasilkan jawaban yang kurang tepat
  • Bisa membawa bias dari data yang dipakai untuk melatihnya
  • Soal kerahasiaan: layanan AI publik memproses data di server milik penyedianya, sehingga data rahasia dan data pribadi perlu diperlakukan hati-hati sesuai UU Pelindungan Data Pribadi

AI di cloud atau di server sendiri?

AI bisa dipakai lewat layanan cloud atau dijalankan di server milik organisasi sendiri (on-premise). Layanan cloud praktis untuk pekerjaan umum. Untuk dokumen rahasia atau data pribadi dalam jumlah besar, AI on-premise memberi kepastian bahwa data tidak keluar dari lingkungan organisasi. Perbandingan cloud dan server sendiri dibahas di artikel apa itu cloud computing

Mulai dari mana?

Cara paling aman memulai AI adalah dari satu kebutuhan kecil yang hasilnya bisa diukur, seperti dijelaskan di artikel memulai penerapan AI di organisasi. Untuk pemakaian sehari-hari, contoh perintah yang efektif ada di artikel contoh prompt AI untuk pekerjaan kantor

Asisten AI dokumen, pemrosesan dokumen otomatis, dan AI on-premise termasuk dalam layanan solusi AI kami