Logo Radhika

// panduan

Mengapa riset pengguna perlu dilakukan sebelum membangun aplikasi

Riset pengguna membuat aplikasi benar-benar dipakai. Kenali manfaatnya, metode yang sederhana, dan cara menjalankannya tanpa memperlambat proyek

Tim Radhika3 menit baca
Buku catatan berisi sketsa wireframe halaman aplikasi di samping keyboard
Foto ilustrasi: rawpixel (CC0)
Daftar isi
  1. 01Apa itu riset pengguna?
  2. 02Masalah yang bisa dicegah
  3. 03Metode yang bisa dipakai
  4. 04Berapa banyak orang yang perlu dilibatkan?
  5. 05Perhatian khusus untuk aplikasi layanan publik
  6. 06Dari temuan riset ke desain
  7. 07Riset tidak harus memperlambat proyek
  8. 08Kesimpulan

Banyak aplikasi selesai dibangun sesuai spesifikasi, diluncurkan dengan baik, lalu perlahan ditinggalkan. Pegawai kembali ke spreadsheet, masyarakat memilih datang langsung ke loket, dan laporan tetap dikirim lewat pesan singkat. Penyebabnya jarang soal teknologi. Lebih sering, aplikasinya dirancang tanpa benar-benar memahami orang yang akan memakainya

Di sinilah riset pengguna berperan. Langkah ini membantu tim memastikan aplikasi yang dibangun memang menjawab kebutuhan nyata, bukan hanya asumsi di ruang rapat

Apa itu riset pengguna?

Riset pengguna adalah kegiatan mempelajari calon pengguna aplikasi: apa yang mereka kerjakan, bagaimana cara mereka bekerja saat ini, apa kendalanya, dan apa yang mereka harapkan. Hasilnya menjadi dasar untuk menyusun alur, tampilan, dan prioritas fitur

Riset pengguna bukan survei kepuasan setelah aplikasi jadi. Riset dilakukan di awal, ketika perubahan masih murah dan mudah

Masalah yang bisa dicegah

  • Fitur penting terlewat karena tidak ada yang menanyakan langkah kerja sehari-hari
  • Fitur yang tidak dipakai karena dibuat berdasarkan dugaan
  • Alur yang membingungkan sehingga pengguna butuh pelatihan panjang untuk tugas sederhana
  • Biaya perbaikan yang membengkak karena masalah baru ketahuan setelah aplikasi dibangun

Memperbaiki sketsa di atas kertas jauh lebih murah daripada mengubah aplikasi yang sudah berjalan. Itulah alasan utama riset dilakukan sebelum pengembangan

Metode yang bisa dipakai

Riset pengguna tidak harus rumit. Beberapa metode berikut sudah cukup untuk sebagian besar proyek:

  • Wawancara: berbincang dengan pengguna tentang pekerjaan mereka, apa yang menyulitkan, dan bagaimana mereka menyiasatinya
  • Observasi langsung: melihat pengguna bekerja di tempatnya. Cara ini sering mengungkap hal yang tidak muncul saat wawancara
  • Survei singkat: berguna untuk mengonfirmasi temuan wawancara pada jumlah pengguna yang lebih besar
  • Uji prototipe: pengguna mencoba simulasi aplikasi sebelum dibangun, lalu tim mencatat di mana mereka kebingungan

Berapa banyak orang yang perlu dilibatkan?

Tidak perlu ratusan orang. Untuk wawancara, beberapa orang dari setiap kelompok pengguna biasanya sudah memperlihatkan pola yang sama. Untuk uji kegunaan, menguji dengan sekitar lima orang per kelompok sering sudah cukup untuk menemukan masalah utama. Setelah diperbaiki, uji lagi dengan orang yang berbeda

Yang lebih penting dari jumlah adalah keragaman. Pastikan setiap kelompok pengguna terwakili, misalnya petugas di kantor pusat, petugas di daerah, dan pimpinan yang hanya membaca laporan

Perhatian khusus untuk aplikasi layanan publik

Aplikasi milik instansi pemerintah biasanya dipakai oleh masyarakat yang sangat beragam. Ada yang terbiasa dengan teknologi, ada pula yang baru memakai ponsel pintar. Koneksi internet dan perangkatnya pun berbeda-beda

Karena itu, riset untuk aplikasi layanan publik perlu memperhatikan hal-hal berikut:

  • Bahasa yang sederhana dan tidak memakai istilah internal instansi
  • Langkah yang sesedikit mungkin untuk menyelesaikan satu urusan
  • Tampilan yang tetap nyaman di ponsel dan koneksi lambat
  • Aksesibilitas, misalnya ukuran huruf dan kontras warna yang cukup
  • Kebutuhan petugas di balik layar yang memproses permohonan

Dari temuan riset ke desain

Temuan riset kemudian diterjemahkan menjadi rancangan yang bisa diuji. Urutannya biasanya seperti ini:

  1. Menyusun alur pengguna (user flow) untuk setiap tugas utama
  2. Membuat wireframe, yaitu kerangka halaman untuk menyepakati isi dan urutan informasi
  3. Membuat desain antarmuka yang konsisten
  4. Membuat prototipe interaktif dan mengujinya kembali dengan pengguna

Seluruh tahapan ini merupakan bagian dari layanan desain UI/UX kami. Setelah desain disepakati, tim pengembang dapat membangun aplikasinya dengan arah yang jelas

Riset tidak harus memperlambat proyek

Kekhawatiran yang sering muncul adalah riset akan menunda jadwal. Kenyataannya, riset yang terencana cukup dilakukan beberapa minggu di awal proyek dan justru menghemat waktu di belakang. Tim tidak perlu bolak-balik mengubah fitur karena kebutuhan sudah jelas sejak awal

Kesimpulan

Riset pengguna adalah cara paling sederhana untuk memastikan investasi aplikasi tidak sia-sia. Dengan memahami pengguna sejak awal, organisasi bisa membangun aplikasi yang lebih tepat sasaran, lebih cepat diterima, dan lebih jarang diubah setelah diluncurkan