Logo Radhika

// wawasan

Apa itu UI/UX dan mengapa penting untuk aplikasi

Penjelasan UI dan UX beserta contohnya, perbedaan keduanya, peran UI/UX designer, dan mengapa desain yang baik menentukan berhasil tidaknya sebuah aplikasi

Tim Radhika2 menit baca
Lembaran kertas berisi sketsa rancangan tampilan aplikasi di atas meja
Foto ilustrasi: rawpixel (CC0)
Daftar isi
  1. 01Apa itu UI?
  2. 02Apa itu UX?
  3. 03Contoh perbedaannya
  4. 04Mengapa UI/UX penting?
  5. 05Bagaimana UI/UX dirancang?
  6. 06Apa yang dikerjakan UI/UX designer?
  7. 07Prinsip UI/UX yang baik

Dua aplikasi bisa punya fitur yang sama persis, tetapi yang satu disukai penggunanya dan yang lain ditinggalkan. Pembedanya sering bukan pada fitur, melainkan pada UI dan UX

Istilah ini sering disebut bersamaan, padahal maknanya berbeda. Berikut penjelasannya

Apa itu UI?

UI adalah singkatan dari User Interface atau antarmuka pengguna. UI adalah semua yang dilihat dan disentuh pengguna di layar: tata letak, warna, huruf, ikon, tombol, dan formulir

UI yang baik membuat aplikasi terlihat rapi, konsisten, dan mudah dikenali. Pengguna langsung tahu mana tombol utama, mana informasi penting, dan ke mana harus mengklik

Apa itu UX?

UX adalah singkatan dari User Experience atau pengalaman pengguna. UX mencakup keseluruhan pengalaman saat memakai aplikasi: apakah tugas bisa diselesaikan dengan cepat, apakah alurnya masuk akal, dan apakah pengguna merasa terbantu atau justru frustrasi

Contoh perbedaannya

Bayangkan formulir pendaftaran layanan secara daring:

  • Sisi UI: label setiap kolom jelas, ukuran huruf nyaman dibaca, tombol kirim mudah ditemukan, dan warna pesan kesalahan mencolok
  • Sisi UX: jumlah langkah tidak berlebihan, data yang sudah diisi tidak hilang ketika ada kesalahan, pesan kesalahan menjelaskan cara memperbaikinya, dan pengguna mendapat konfirmasi setelah selesai

Formulir yang cantik tetapi membuat pengguna mengulang dari awal saat terjadi kesalahan berarti UI-nya baik, tetapi UX-nya buruk

Mengapa UI/UX penting?

  • Aplikasi benar-benar dipakai: aplikasi yang sulit dipakai akan ditinggalkan, dan pengguna kembali ke cara manual
  • Kesalahan input berkurang: alur yang jelas membuat data yang masuk lebih akurat
  • Beban pelatihan dan bantuan berkurang: pengguna bisa belajar sendiri tanpa banyak bertanya
  • Layanan lebih inklusif: penting untuk layanan publik yang penggunanya sangat beragam
  • Citra organisasi: aplikasi yang tertata mencerminkan organisasi yang profesional

Bagaimana UI/UX dirancang?

Desain UI/UX yang baik tidak dimulai dari memilih warna, melainkan dari memahami pengguna. Tahapannya umumnya:

  1. Riset pengguna untuk memahami kebutuhan dan kendala, seperti dibahas di artikel mengapa riset pengguna perlu dilakukan
  2. Arsitektur informasi dan alur pengguna
  3. Wireframe, yaitu kerangka halaman sederhana
  4. Desain antarmuka dan design system agar tampilan konsisten
  5. Prototipe interaktif yang bisa dicoba
  6. Uji kegunaan langsung dengan pengguna, lalu perbaikan

Apa yang dikerjakan UI/UX designer?

UI/UX designer bertugas menjembatani kebutuhan pengguna dengan tujuan organisasi. Mereka melakukan riset, merancang alur, membuat desain dan prototipe, lalu mengujinya bersama pengguna. Hasil kerja mereka menjadi pegangan bagi tim pengembang saat membangun aplikasi

Prinsip UI/UX yang baik

  • Konsisten: tombol, warna, dan istilah yang sama dipakai di seluruh aplikasi
  • Jelas: setiap halaman punya satu tujuan utama yang mudah dipahami
  • Memberi umpan balik: pengguna selalu tahu apa yang sedang terjadi
  • Mencegah kesalahan: lebih baik mencegah daripada menampilkan pesan error
  • Mudah diakses: kontras warna cukup dan nyaman dipakai di layar kecil

Desain UI/UX, mulai dari riset sampai uji kegunaan, termasuk dalam layanan desain UI/UX kami. Setelah desain disepakati, aplikasinya dapat dibangun lewat layanan pengembangan software custom