
Daftar isi
Layar biru dengan pesan error, yang dikenal sebagai blue screen atau BSOD, membuat banyak orang panik. Padahal blue screen adalah cara Windows menghentikan dirinya sendiri untuk mencegah kerusakan yang lebih besar, biasanya karena driver, pembaruan, atau perangkat keras yang bermasalah
Sebagian besar blue screen bisa diatasi tanpa instal ulang. Berikut langkahnya
1. Catat kode stop
Di layar biru biasanya tertulis kode stop, misalnya MEMORY_MANAGEMENT atau CRITICAL_PROCESS_DIED. Foto layar tersebut. Kode ini adalah petunjuk terpenting untuk mencari penyebabnya
Beberapa kode yang sering muncul:
| Kode stop | Kemungkinan penyebab |
|---|---|
| MEMORY_MANAGEMENT | RAM bermasalah atau driver yang keliru mengelola memori |
| IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL | Driver perangkat yang bermasalah |
| CRITICAL_PROCESS_DIED | File sistem rusak atau proses penting Windows gagal |
| INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE | Masalah pada SSD atau hard disk, atau driver penyimpanan |
| VIDEO_TDR_FAILURE | Driver kartu grafis bermasalah |
2. Ingat perubahan terakhir
Blue screen sering muncul setelah ada perubahan: pembaruan Windows, driver baru, aplikasi baru, atau perangkat tambahan seperti RAM dan printer. Jika ada perubahan yang waktunya berdekatan, kemungkinan besar itulah penyebabnya
3. Cabut perangkat tambahan
Lepaskan flashdisk, hard disk eksternal, printer, dan perangkat USB lain yang tidak diperlukan, lalu nyalakan ulang. Jika blue screen tidak muncul lagi, pasang kembali satu per satu untuk menemukan perangkat yang bermasalah
4. Masuk ke Safe Mode bila perlu
Jika Windows terus mengalami blue screen saat menyala, biasanya setelah beberapa kali gagal Windows akan membuka menu pemulihan. Pilih Troubleshoot, lalu Advanced options, kemudian Startup Settings, dan pilih Safe Mode. Di Safe Mode, Windows berjalan dengan driver minimum sehingga Anda bisa memperbaiki masalah
5. Hapus pembaruan atau driver terakhir
- Dari menu pemulihan, pilih Uninstall Updates untuk menghapus pembaruan terakhir
- Dari Safe Mode, buka Device Manager, lalu kembalikan (Roll Back) atau hapus driver yang baru dipasang
6. Perbaiki file sistem
Buka Command Prompt sebagai administrator, lalu jalankan perintah berikut satu per satu:
sfc /scannowuntuk memeriksa dan memperbaiki file sistem WindowsDISM /Online /Cleanup-Image /RestoreHealthuntuk memperbaiki image sistemchkdsk C: /funtuk memeriksa kesalahan disk, yang akan berjalan saat komputer dinyalakan ulang
7. Periksa RAM
Untuk kode seperti MEMORY_MANAGEMENT, jalankan Windows Memory Diagnostic dengan mengetik mdsched di menu Start. Komputer akan restart dan memeriksa RAM. Jika ditemukan kesalahan, RAM kemungkinan perlu diganti
8. Perbarui driver dan Windows
Pasang pembaruan Windows yang tersedia, lalu perbarui driver penting seperti driver grafis, chipset, dan penyimpanan dari situs resmi produsen laptop atau komputer
9. Gunakan System Restore
Jika semua langkah di atas belum berhasil, gunakan System Restore untuk mengembalikan Windows ke kondisi sebelum masalah muncul. File pribadi tidak terhapus, tetapi aplikasi dan driver yang dipasang setelah titik pemulihan akan dihapus
Kapan perlu ke teknisi?
Jika blue screen muncul dengan kode yang berbeda-beda, laptop sangat panas, atau ada bunyi aneh dari perangkat penyimpanan, kemungkinan ada kerusakan perangkat keras. Sebelum dibawa ke teknisi, selamatkan data penting lebih dulu bila memungkinkan, karena kerusakan penyimpanan bisa membuat data hilang. Bila file sempat terhapus, simak artikel cara mengembalikan file yang terhapus
Di kantor dengan banyak perangkat, blue screen yang berulang sering bisa dicegah dengan pembaruan terkendali dan pemeliharaan preventif. Pekerjaan ini termasuk dalam layanan pemeliharaan dan managed services kami



