Logo Radhika

// wawasan

Apa itu API dan mengapa sistem perlu saling terhubung

Penjelasan sederhana tentang API, contohnya dalam kehidupan sehari-hari, manfaatnya bagi organisasi, dan hal yang perlu diperhatikan saat menghubungkan sistem

Tim Radhika3 menit baca
Kabel jaringan berwarna oranye tersambung rapi ke panel penghubung
Foto ilustrasi: rawpixel (CC0)
Daftar isi
  1. 01Apa itu API?
  2. 02Contoh API di sekitar kita
  3. 03Manfaat API bagi organisasi
  4. 04Contoh di lingkungan kerja
  5. 05Hal yang perlu diperhatikan saat membangun API
  6. 06Bagaimana jika aplikasi lama tidak punya API?
  7. 07Kesimpulan

Di banyak kantor, pegawai masih memasukkan data yang sama ke beberapa aplikasi. Data pegawai diketik di aplikasi kepegawaian, lalu diketik ulang di aplikasi keuangan. Laporan bulanan disusun dengan menyalin angka dari beberapa sistem ke satu spreadsheet. Akar masalahnya sederhana: aplikasi-aplikasi itu tidak saling bicara

Di sinilah API berperan. Istilah ini sering muncul dalam rapat teknologi, tetapi konsepnya sebenarnya mudah dipahami

Apa itu API?

API adalah singkatan dari Application Programming Interface. Secara sederhana, API adalah pintu resmi yang disediakan sebuah aplikasi agar aplikasi lain bisa meminta atau mengirim data dengan aturan yang sudah disepakati

Bayangkan sebuah restoran. Anda tidak masuk ke dapur untuk mengambil makanan sendiri. Anda memesan kepada pelayan, pelayan menyampaikan pesanan ke dapur, lalu kembali membawa hidangan. API bekerja seperti pelayan itu: aplikasi yang meminta tidak perlu tahu isi “dapur” aplikasi lain, cukup menyampaikan permintaan dengan format yang benar

Contoh API di sekitar kita

Tanpa disadari, kita memakai API setiap hari:

  • Saat masuk ke sebuah aplikasi memakai akun yang sudah Anda punya di layanan lain
  • Saat toko online menampilkan ongkos kirim yang diambil dari sistem jasa pengiriman
  • Saat membayar dengan dompet digital, aplikasi toko dan aplikasi pembayaran bertukar data
  • Saat aplikasi transportasi menampilkan peta dari penyedia peta

Di semua contoh itu, dua aplikasi dari pihak berbeda bekerja sama tanpa saling membuka isi sistemnya

Manfaat API bagi organisasi

  • Tanpa input ganda: data cukup dimasukkan sekali, aplikasi lain mengambilnya secara otomatis
  • Data lebih konsisten: tidak ada lagi angka yang berbeda di dua sistem karena salah ketik
  • Laporan lebih cepat: dashboard pimpinan bisa mengambil data langsung dari sumbernya
  • Aplikasi lama tetap terpakai: sistem yang masih berfungsi tidak perlu dibuang, cukup dibukakan pintu agar bisa terhubung
  • Lebih mudah dikembangkan: menambah fitur baru, termasuk kemampuan AI, jadi lebih mudah ketika data bisa diakses dengan rapi

Contoh di lingkungan kerja

Beberapa penghubungan yang sering dibutuhkan organisasi:

  • Aplikasi kepegawaian mengirim data pegawai dan kehadiran ke aplikasi penggajian
  • Aplikasi layanan publik mengirim status permohonan ke dashboard pimpinan
  • Aplikasi persuratan menyimpan dokumen ke sistem arsip secara otomatis
  • Banyak aplikasi internal memakai satu pusat login, yang dikenal sebagai SSO

Di lingkungan pemerintahan, kebutuhan untuk saling terhubung ini juga menjadi semangat utama SPBE, yang mendorong layanan digital antarinstansi agar terpadu

Hal yang perlu diperhatikan saat membangun API

API membuka pintu ke data, jadi pintunya harus dijaga. Beberapa hal yang tidak boleh terlewat:

  1. Keamanan akses: setiap aplikasi yang memakai API harus punya identitas dan izin sendiri, misalnya lewat token, dan komunikasinya dienkripsi
  2. Data seperlunya: buka hanya data yang memang dibutuhkan, bukan seluruh isi database
  3. Dokumentasi yang jelas: tim lain harus bisa memahami cara memakai API tanpa menebak-nebak
  4. Format data yang konsisten: nama kolom, format tanggal, dan kode wilayah perlu disepakati sejak awal
  5. Versi API: perubahan di masa depan tidak boleh tiba-tiba merusak aplikasi yang sudah terhubung
  6. Pemantauan: catat siapa mengakses apa dan kapan, agar masalah cepat terlacak
  7. Persetujuan pemilik data: pastikan unit atau instansi pemilik data menyetujui pertukaran datanya

Bagaimana jika aplikasi lama tidak punya API?

Banyak aplikasi lama dibangun tanpa API, tetapi bukan berarti harus diganti. Biasanya bisa dibuatkan lapisan penghubung yang membaca dan menulis data secara terkontrol, sehingga aplikasi lama tetap berjalan sambil mulai terhubung dengan sistem lain. Pendekatan bertahap seperti ini kami bahas di artikel tanda sistem lama perlu dimodernisasi

Kesimpulan

API adalah cara aplikasi berbicara satu sama lain dengan aturan yang jelas. Dengan API, data cukup dimasukkan sekali, laporan lebih cepat tersusun, dan aplikasi lama tetap bisa dimanfaatkan. Kuncinya ada pada rancangan yang aman, terdokumentasi, dan disepakati bersama pemilik data

Bila organisasi Anda ingin menghubungkan aplikasi yang selama ini berjalan sendiri-sendiri, tim modernisasi dan integrasi sistem kami siap membantu memetakan kebutuhannya